Posts

Showing posts from June, 2014

Demokrasi di Indonesia adalah Komoditas

Image
Indonesia adalah negara yang lahir atas Proklamasi di tahun 1945, adalah iya. Kemerdekaan Indonesia saat itu masih menjadi kemenangan bagi kaum Borjuis Nasional pun juga iya. Artinya Revolusi di tahun 1945, bukanlah Revolusi yang dipimpin kelas pekerja yang membangun kekuatan melawan sistem Kapitalisme yang sejatinya itulah musuh rakyat yang hingga hari ini masih menindas dan terus menciptakan kesengsaraan bagi kelas pekerja. Revolusi 1945 adalah Revolusinya Kaum borjuasi Nasional yang telah terkekang “kemerdekaan” sifat kelasnya di bawah pemerintahan Kapitalistik-Imperialisme Belanda selama sekitar 3,5 abad dan “terkebiri” kepentingan Pragmatismenya pada saat Indonesia dikuasai pemerintahan Fasisme Jepang kurang lebih 3,5 tahun. Pasca Proklamasi 1945 yang seharusnya menjadi momentum bersejarah dalam perjuangan kelas pekerja di Indonesia yang menjadi representatif dari perjuangan rakyat tertindas melawan sistem penindasnya, justru oleh kaum Borjuasi Nasional dijauhkan peranannya k...

Kelas Pekerja Revolusioner adalah pelaksana tugas historis, Menumbangkan Kapitalisme!

Image
Telah diajarkan dalam filsafat materialisme dialectika, bahwa hubungan antara Borjuis/pengusaha/pemodal/kelas borjuasi dengan proletar/pekerja adalah kontradiksi antagonis, artinya pertentangan antar kelas tersebut TIDAK akan pernah terdamaikan, hingga salah satu diantara kelas tersebut memenangkan pertarungan ideologis dan memimpin berjalannya sistem bermasyarakat di dunia. ideologi yang diusung masing-masing adalah Kapitalisme yang merupakan representatif dari kepentingan Kelas Borjuasi, dimana modal sebagai basis material yang utama dikuasai oleh segelintir kaum borjuasi untuk menguasai hak dan kehidupan masyarakat banyak atau kelas yang menggerakkan perputaran modal tersebut yaitu kelas pekerja, namun kesejahteraan bagi kelas pekerja adalah ilusi yang diberikan oleh kelas borjuasi dalam menerapkan sistem ekonomi-politik yang kapitalistik, dengan bentuk demokrasi "semu" yang di usung oleh alat penindas terstruktur bernama Negara dengan segala jajaran birokrasi dan apara...

Kandidat pemimpin Negara 5 tahun kedepan itu adalah: sama secara isi-berbeda secara bentuk

Image
Percaturan politik nasional mulai memanas pasca pemilu legislative 9 juli lalu. Bahkan manuver (3 partai besar peserta pemilu 2014 : PDI P, GOLKAR, GERINDRA) partai politik pun  kian mantap membentuk poros arah politik nasional 5 tahun ke depan.Namun yang kemudian menurut saya harus di pahami adalah : “apakah rivalitas kedua poros politik dari pasangan kandidat saat ini merupakan representative dari kepentingan rakyat? Atau konstelasi politik saat ini hanyalah salah satu varian bentuk dari kelanjutan dinasti penindas rakyat?”   Satu bulan ini, media massa kita (dari cetak hingga elektronik) memiliki isu populer untuk dibahas, isu itu adalah  terkait poros politik yang terbentuk oleh pasangan kandidat presiden 2014-2019, yang pertama poros dari pasangan Jokowi-Jusuf kala yang di dukung oleh PDI P, NasDem, PKB, Hanura dan berikutnya adalah pasangan Prabowo-Hatta yang di usung oleh Gerindra, PAN, PPP, Golkar, PKS. Dan hal itu menjadi sesuatu yang “dibuat” sangat wah seh...