Posts

Latepost- (tentang) Agreement on Reciprokal Trade (ART) Indonesia – Amerika Serikat 2026

Image
Sebuah perjanjian yang tidak setara, tidak berkeadilan namun tetap ditandatangani oleh Prabowo Subianto, selaku Presiden Republik Indonesia. Demi mendapatkan tarif ekspor 19% dari awalnya 32% (yang kemudian hari Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif 32% kebijakan Donald Trump menjadi 10% untuk semua negara), Prabowo mengorbankan Marwah kedaulatan Indonesia sekaligus “dibodohi” oleh Donald Trump.      Bahkan, Perjanjian tersebut merupakan bentuk pengkhianatan terhadap semangat dan jiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 dan Undang-Undang Dasar 1945. Sejatinya, perjanjian Kerjasama timbal balik haruslah mendatangkan manfaat yang setara dan berkeadilan bagi semua pihak yang terlibat. * Dengan berlakunya perjanjian tersebut, Indonesia akan kehilangan kedaulatan ekonomi dan kedaulatan politik. Inilah poin krusial dan dampaknya bagi kedaulatan Indonesia : 1. Indonesia harus (wajib) “mengikuti” sanksi terhadap negara lain. Sebagai contoh misalkan Amerika...

Sejarah Kapitalisme di Indonesia

Image
oleh Ted Sprague “Konsepsi materialis tentang sejarah dimulai dari proposisi bahwa produksi kebutuhan-kebutuhan untuk mendukung kehidupan manusia dan, di samping produksi, pertukaran barang-barang yang diproduksi, merupakan dasar dari semua struktur masyarakat; bahwa dalam setiap masyarakat yang telah muncul dalam sejarah, cara kekayaan didistribusi dan cara masyarakat dibagi ke dalam kelas-kelas atau tatanan-tatanan bergantung pada apa yang diproduksi, bagaimana itu diproduksi, dan bagaimana produk-produk itu dipertukarkan. Dari sudut pandang ini, sebab-sebab akhir dari semua perubahan sosial dan revolusi-revolusi politis mesti dicari, tidak dalam benak-benak manusia, tidak dalam wawasan manusia yang lebih baik akan kebenaran dan keadilan abadi, tetapi di dalam perubahan-perubahan dalam cara-cara produksi dan pertukaran. Itu semua mesti dicari, tidak dalam filsafat tetapi di dalam perekonomian satu epos tertentu.” (Engels, Anti-Duhring) Sejarah Indones...