Monday, December 2, 2013

turunkan tangan kananmu, angkatlah tangan kirimu (karya 2009) part 1

Mukadimah….

Menyikapi sebuah permasalahan yang berkutat kepada pemahaman yang salah dari generasi muda, penerus bangsa, membuatku gusar akan arah gerak perjuangan kelompok masyarakat yang sadar akan pentingnya sebuah perlawanan terhadap penindasan. Baik golongan student yang berjuang-pemuda yang berjuang-bahkan kelas pekerja yang berjuang, haruslah memahami suatu arti kata yang sebenarnya di Negara manapun tidak mempermasalahkan kata ini-di Negara yang juga sama-sama berjuang melawan penindasan, ambilah contoh Negara Venezuela melawan neo-Liberalisme yang hendak mencengkramnya, atau Negara-negara yang mempunyai sumber daya alam yang berlimpah ruah, yang saat ini sedang “digoda” kapitalisme internasional agar mampu berpasrah diri dan dijamah serta di nikmati bahkan diperas kekayaan alamnya untuk kepentingan kapitalisme international.
Kata yang menjadi masalah di antara para pejuang lintas kelas di Indonesia adalah pemahaman yg salah tentang pemaknaan golongan kanan dan kiri.
Berangkat dari kondisi yang bermasalah ini, saya mencoba membongkar realitas yang sebenarnya, karena akan sangat berbahaya kelak, jika sesama pejuang anti penindasan di Indonesia mempermasalahkan dan memperdebatkan perbedaan kelompok pejuang kanan dan kiri tersebut. Karena hakikatnya dalam berjuang melawan musuh yang sama di Negara manapun tidak boleh memperkarakan tentang golongan kanan dan kiri.karena itu seyogyanya adalah cara penindas mengadu domba para pejuang yang akan membunuhnya, dan membuat para pejuang melupakan musuh nyata yang ada di hadapannya adalah sang Tirani, bukan perbedaan antar kelompok tersebut.
Saya berharap penuh para pembaca yang saya hargai karena waktunya dan ketersediaannya membaca ikhtisar saya ini memahami betul apa yang hendak saya angkat dalam karya saya yang satu ini, dan saya berharap pembaca sudi menyelesaikan membacanya hingga kalimat terakhir yang saya tulis.
Karena ada satu sistematis penulisan yang saya balik, yaitu penempatan pemahaman filsafat-pertarungan abadi dua kubu filsafat-matterialisme dan idealisme, yang saya taruh di paling akhir, karena saya mencoba menggunakan rumus pembahasan esensi di balik esensi, tujuan di balik tujuan, maksud dibalik maksud, atau arti di balik arti. Sebuah rumusan pembahasan yang saya perhitungkan sesuai dengan pola pikir masyarakat Indonesia yang telah di putar balikkan oleh Rezim penindas, dari jamannya penjajah Belanda hingga Orde Baru.
Sebelumnya mungkin saya ingin meminta maaf bagi pembaca sekalian , dikarenakan data atau refferensi yang saya cantumkan dalam buku ini masih sangat minim dan terbatas jumlahnya, hal itu dikarenakan refferensi buku dan hasil diskusi dengan beberapa kawan berbagai profesi( dari kuli bangunan, dinamika warkop hingga politikus) telah hilang karena aktifitas hidup saya yang berkeliling ke segala tempat. Namun saya tetap mencoba memberikan hasil karya pemikiran yang mengacu kepada orisinalitas pemahaman saya dan saya tetap menjamin kemurnian esensi dari apa yang saya tulis, dan mungkin pembaca sudi membuktikannya dengan refferensi yang bisa pembaca dapatkan di manapun.


MONES



KIRI DAN PERLAWANAN

I .     Apa arti kiri dalam perlawanan?
       
Kiri adalah bagian/ sebelah atau lawan dari kanan. Dalam BAB ini saya coba untuk membedah arti kiri dalam hal perlawanan, yang biasa dipergunakan untuk menyebut “mereka para revolusioner” yang menghendaki perubahan yang menurut “mereka” perlu dilakukan demi perbaikan kondisi di masa yang akan datang. Namun sebelumnya saya coba akan menceritakan kepada anda sedikit hal yang berhubungan dengan BAB ini.

ARTI KIRI DALAM PERLAWANAN.
Kiri sering dikaitkan dengan hal-hal yang buruk/tidak baik/ selalu dianggap lebih jelek dibandingkan kanan. Memang secara fakta yang bisa kita sepakati bersama nanti, kita akan melihat mengapa kiri bersimbolkan “lawan”. Mungkin saya sedikit akan memberikan contoh-contoh yang sudah membudaya di negeri kita tentang kiri.

a.                   Perbandingan otak kanan dan kiri, sering kita membaca artikel tentang perbedaan antara otak kiri dan kanan, menurut ilmuwan orientasi otak kiri lebih kepada formalitas aturan serta prosedur yang menjenuhkan, misal hitung-hitungan, mengingat/hafalan, dan hal-hal yang realistis, sedangkan orientasi otak kanan, lebih kepada hal yang sifatnya menyenangkan, kreatif, dan imajinatif, contohnya para seniman yang bebas mengekspresikan karyanya, walaupun bentuknya tak seperti sesungguhnya, namun tak pernah ada yang menyalahkan dia, karena sifat dari otak kanan memang imajinatif. Beda dengan otak kiri yang harus sesuai prosedur, dan realitas.  contoh dalam hitung-menghitung 1+1=2 bila hasilnya 3, maka itu akan disalahkan, karena memang sifat dari otak kiri adalah realistis. Jadi mana yang anda pilih? Orang dengan otak kirinya yang dominan atau otak kanan yang lebih dominan? Dengan catatan jika dominan otak kirinya, berarti anda adalah orang yang selalu mengikuti  aturan ( pengikut/bawahan) sedangkan bila dominan otak kanannya maka anda adalah orang yang menciptakan aturan sendiri (pemimpin/atasan). Agitasi ini yang makin membuat orang membenci sebelah kiri, karena memang otak kiri begitu adanya, menjenuhkan, beda dengan otak kanan yang lebih menyenangkan dan bebas. Orang pasti akan lebih memilih untuk dominan OTAK SEBELAH KANAN. Meskipun belum tentu dia lebih dominan otak kanannya, namun secara pribadi keinginan tuk memilih otak kanan pasti ada.karena sifat dari otak kanan yang begitu menyenangkan tersebut. Ya tho..??

b.                  Dalam ajaran agama manapun kita diajarkan untuk menggunakan yang kanan dalam melakukan tindakan apapun. Contoh : (1) ketika kita akan memberi sedekah kepada pengemis, kita pasti akan memberikannya dengan tangan kanan, karena kalau kita memberikan sesuatu dengan tangan kiri, itu dianggap tidak sopan dan tidak menghargai orang lain. (2) sama halnya ketika kita makan, pasti kita menggunakan tangan kanan, mungkin karena kita merasa jijik jika menggunakan tangan kiri, tangan yang biasa kita fungsikan ketika membersihkan (maaf) kotoran kita setelah buang air besar. (3) bahkan hal yang paling sederhana yang biasa kita lakukan adalah, kita selalu mendahulukan kaki sebelah kanan saat memakai sepatu/sandal, bahkan ketika kita melangkahpun langkah pertama adalah kaki sebelah kanan.( ya tho..?)

c.                   Berbagai hal buruk selalu jatuh kepada kiri. Contoh : kita tahu di dunia ini ada golongan kecil manusia yang “kidal”. Mereka yang lebih dominan menggunakan kiri-nya. Berbeda dengan kebanyakan orang yang lebih dominan kanan-nya. Golongan minoritas ini (kidal) tak lepas dari subyektifitas buruk para ilmuan (yang seharusnya dikatakan ilmuwan karena  sudah terbukti ke-ilmiahan otaknya). Menurut para ilmuwan orang yang kidal memiliki umur yang lebih pendek dibandingkan dengan umur orang yang “normal” (tidak kidal). Dari sini jelas bahwa orang kidal akan lebih cepat meninggalkan dunia ini dibandingkan orang yang tidak kidal.
  
d.                  Ketika  kita melewati jalan bebas hambatan atau jalan tol, kita sering melihat kalimat yang bertuliskan “ jalur kanan untuk mendahului” (ada kan??) itu artinya jika kita ingin mendahului kendaraan lain, maka kita harus berada di jalur kanan. Bukan kiri, karena jika kita berada di jalur kiri maka kita pasti akan tertinggal dari kendaraan lain dan secara otomatis kita akan lebih lama sampai di tujuan ketimbang kendaraan yang berada di jalur kanan.(masuk akal kan??). Berarti kiri itu tertinggal atau lebih lambat dibandingkan kanan.

Dari contoh-contoh diatas saya harap bisa membuka sedikit pikiran kita untuk bersiap menerima kenyataan bahwa kiri akan melawan. Saya pribadi tidak menyangkal contoh-contoh diatas. memang contoh di atas adalah sesuatu yang bisa diuji kebenarannya. Namun bukan itu esensinya, di sini kita akan melihat segi pembelaan dari kiri yang selalu dianggap lebih buruk dari kanan. Sebelumnya Saya akan  coba mengajak kawan-kawan untuk berpikir sejenak,
  
-          apa yang anda lakukan ketika semua orang mengatakan kalau anda pasti tidak bisa memanjat pohon mangga yang tinggi dan mengambil buah mangga yang berada di pucuk pohon, padahal semalam  baru saja anda mengambil dan memakan buah mangga yang ada di pucuk pohon ?
a.       akan memanjat pohon mangga itu dan mengambil buahnya di depan mata orang yang meremehkan anda
b.      sepakat dengan orang-orang yang meremehkan anda agar tidak ketahuan kalau anda ternyata pencuri buah mangga

-          apakah anda sepakat dengan pernyataan bahwa naik mobil akan lebih cepat sampai ditujuan dibandingkan naik motor, padahal anda tahu bahwa lalu lintas ibukota selalu mempunyai volume kendaraan yang tinggi pada jam aktif kerja?
a.       tidak
b.       ya

-          anda adalah seorang kurir pengantar rol film yang akan diputar di bioskop 2 jam lagi dan berjarak 2 km. namun motor yang biasa anda gunakan dicuri orang, dan keadaan lalu lintas saat itu macet total jadi naik taxi pun mustahil bisa jalan cepat, hanya ada sepeda butut yang tersedia untuk anda. Apa yang akan anda lakukan?
a.       tetap mengantarkannya dengan menggunakan sepeda butut, karena yang anda pikirkan adalah saat jalanan macet total, anda punya waktu untuk mengantarkan rol film mendahului para penonton film yang terjebak dalam kemacetan
b.      tetap stay di tempat dan menelepon pihak bioskop dengan mengatakan bahwa motor anda dicuri orang beserta rol film-nya yang berada bersama dengan motor anda yang hilang

sesudah anda mengisi pertanyaan-pertanyaan di atas, sekarang mari bersama-sama kita meng-korelasikan dengan KIRI DALAM PERLAWANAN.
Jika semua jawaban anda adalah “ a ” maka secara alamiah anda adalah kiri. Kritisnya adalah : (1) ketika anda dianggap tidak bisa untuk memanjat pohon mangga dan mengambil buahnya, padahal anda semalam baru saja memanjat dan memakan buah mangga itu, maka anda terdorong untuk membuktikan kepada semua orang yang meremehkan anda bahwa anda bisa memanjat pohon itu. Yang terpenting adalah bukan tuduhan yang nantinya bermuara pada anda, bahwa anda adalah seorang pencuri mangga, tapi yang terpenting adalah anda bisa membuktikan kepada semua orang bahwa anda bisa. Sama halnya dengan otak kiri anda yang menjadi sumber kejenuhan dibandingkan dengan otak kanan anda yang penuh dengan kesenangan dan kebebasan. Yang terpenting bukanlah posisi otak kiri anda sebagai sumber kejenuhan, tapi yang terpenting adalah anda akan sangat merasa senang atau bebas (memfungsikan otak kanan) setelah anda merasa jenuh(memfungsikan otak kiri) kita bisa lihat di sini ada sebuah hubungan yang saling membutuhkan atau sinkronisasi yang nyata dari kiri dan kanan (keseimbangan).
  
(2) logikanya memang kecepatan mobil melampaui batas kecepatan motor, tapi coba kita lihat keadaannya, lalu lintas padat dengan kendaraan !! mustahil untuk memacu kecepatan laju mobil dan motor. Tapi setidaknya motor memiliki kesempatan lebih besar untuk sampai ditujuan karena motor bisa melenggang menyelip diantara kendaraan-kendaraan lain, bahkan melaju melalui jalur pejalan kaki ( trotoar) yang tidak bisa dilalui oleh mobil yang ukurannya lebih besar dibandingkan motor. Sama halnya dengan jalur kanan dan kiri di jalan tol. Memang peraturannya adalah seperti itu. Tapi salah besar jika mengatakan bahwa jalur kiri lebih lambat dari jalur kanan. Asalkan kita yang berada di jalur kiri memacu kendaraan dengan maksimal, saya yakin anda tak akan kalah dengan kendaraan yang berada di jalur kanan. Namun jika anda mematuhi aturan itu, maka wajar jika anda di jalur kiri selalu di dahului oleh jalur kanan , makanya kenapa kiri itu melawan kanan dengan tidak menggunakan aturan-aturan yang berlaku dan di buat oleh golongan tertentu, dalam hal ini kita sebut REZIM penguasa atau kelompok kanan..
(3) ini adalah penjelasan yang paling saya sukai. Ketika anda terhambat oleh keadaan, namun anda masih mempunyai semangat untuk berusaha dengan perhitungan yang matang. Meskipun motor yang biasa menemani anda mengantar rol film dicuri orang dan dengan keadaan jalan yang macet total sehingga mustahil untuk mengantar film menggunakan angkutan cepat sampai (taxi) tidak membuat anda patah semangat dan tidak menyerah kepada keadaan, namun lebih berusaha untuk merubahnya dengan kesempatan bisa sampai di bioskop sebelum para calon penonton film itu sampai di bioskop. Maka jelaslah sudah anda seorang REVOLUSIONER…yang mempunyai semangat terus menerus untuk melaksanakan tugas dan melawan kondisi yang ada dan bahkan merubah kondisi yang tidak berpihak kepadanya,dengan melalui perhitungan-perhitungan.
jadi point yang bisa kita ambil adalah kiri selalu berusaha untuk merubah keadaan yang dipersembahkan kepadanya (hal-hal negative yang tercantum dalam contoh) dan selalu melawan subyektif yang mengarah kepadanya. Kiri tidak seburuk kelihatannya, kita bisa berjalan seimbangpun karena ada kaki kiri yang menyambut langkah kaki kanan. Kita bisa mengangkat barang beratpun karena adanya tangan kiri yang membantu meringankan beban tangan kanan. Dan kita bisa turun dari bus kota dengan aman pun karena ada kaki kiri yang menahan berat tubuh kita.
jadi yang terpenting adalah kiri berperan sebagai penyeimbang. Dan itu adalah tugas yang sangat berat . perihal keburukan kiri yang sudah terkenal itu semata-mata disebabkan oleh kondisi dan sudah turun temurun sejak jaman dahulu. Coba saja jika dari jaman dulu orang makan dengan tangan kiri, dan membersihkan kotoran dengan tangan kanan, maka sampai sekarang saya yakin kita akan tetap melakukannya. Namun disitulah letak simbolis mengapa kiri dianggap sebagai lambang perlawanan. Ketika kiri yang seharusnya sangat bermanfaat sebagai penyeimbang, tapi  di “black propaganda-kan” sehingga timbul rasa perlawanan untuk membantah pandangan yang buruk itu.

II.    Golongan kiri dan golongan kanan.
           
            Setelah kawan-kawan mengetahui tentang arti kiri dalam perlawanan ( kiri sebagai lambang perlawanan), maka saya rasa kawan-kawan perlu mengetahui juga aplikasi simbolisasi kiri kepada orang per orang atau kelompok, komunitas, bahkan kaum. Biasanya orang menyebut mereka orang-orang golongan kiri, golongan kanan, bahkan orang-orang golongan tengah. Nah pertanyaannya adalah seperti apakah orang/kelompok/kaum yang termasuk golongan kiri? Begitupun dengan golongan kanan dan tengah?
           
             Sebutan Kanan dan Kiri adalah warisan dari tradisi Perancis, setelah pecahnya Revolusi Perancis tahun 1789 dan adanya perebutan supremasi antara raja dan parlemen, wakil yang duduk di Dewan Nasional membagi diri menurut ekstremitas pandangan mereka. Wakil yang anti raja duduk di sebelah Kiri, dan pendukung raja duduk di sebelah kanan. Dan kelompok moderat duduk di tengah.

Kiri merujuk kepada kepercayaan terhadap isme berupa paham soialis-komunis, yang jika kita ambil dari sejarah revolusi perancis, maka wakil yang duduk disebelah kiri adalah wakil yang menentang atau berlawanan dengan  raja ( kerajaan ) dan ingin menciptakan perancis yang tidak monarchy absolute ( kaji ulang sebab pecahnya revolusi perancis ) tapi ingin merubah pemerintahan menjadi republic yang berdemokrasi di tangan rakyat.

            Baiklah, kita bahas satu per satu dari pengertian masing-masing golongan.
Golongan kiri adalah orang, kelompok orang yang selalu melawan terhadap keadaan yang ada. Sama halnya dengan kiri yang selalu melawan terhadap pandangan umum terhadapnya ( kondisi ). Seperti itulah aplikasi golongan kiri yang selalu bertindak berdasarkan perlawanannya terhadap keadaan yang ada. Keadaan yang dianggapnya tidak benar/salah. Sehingga orang-orang golongan kiri cenderung berpikir lebih kritis terhadap suatu kondisi. Bahkan analisa-analisanya selalu mengarah kepada hal-hal ( kondisi ) yang mungkin bagi sebagian orang itu biasa-biasa saja. Namun di mata “ si kiri “ itu adalah hal yang sangat serius untuk dilawan dan dirubah. Contoh yang bisa kita ambil adalah demonstran yang selalu mengkritisi tiap langkah dari sebuah pemerintahan. Bila pada kenyataannya itu bertolak belakang dengan yang seharusnya, maka “ si kiri “ ini akan turun ke jalan untuk berdemonstrasi menuntut sebuah perubahan yang lebih baik/ yang seharusnya. Kira-kira begini  kalau kita ambil contoh di Negara kita. Sebuah kasus tentang penanaman modal asing dan privatisasi SDA ( sumber daya alam ) Indonesia. ketika SDA Indonesia  sudah dikuasai pihak asing, maka akan terjadi eksploitasi dari SDA tersebut dan  pihak asing itu hanya akan  memikirkan keuntungan pasar yang ia peroleh dari hasil pengolahan SDA Indonesia tersebut. Dan pada kasus itu “ si kiri “ akan mengkritisi dari UUD 1945 yang tercantum dalam pasal 33 ayat 1 yang berbunyi “ SDA dan kekayaan lainnya yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan hajat hidup orang banyak “, maka atas dasar itu “ si kiri “ akan memprotes sebuah keadaan yang ada, keadaan dimana pihak asing sudah menguasai SDA yang menjadi kebutuhan hidup orang banyak (masyarakat Indonesia pada khususnya ) dan dari situ jelas adanya penyelewengan dari pemerintah dalam hal penguasaan SDA untuk kesejahteraan rakyatnya. Berarti pemerintah tidak bertanggung jawab terhadap rakyatnya, dan pemerintah tidak mematuhi UUD 1945. dan analisa “ si kiri “ kurang lebih akan melihat kesengsaraan rakyat, karena jika SDA dikuasai oleh pihak asing, maka untuk hasil dari pengolahan SDA itu yang di jual di pasaran harganya akan menjadi hak si penguasa SDA tersebut ( pihak asing ), rakyat mau tidak mau akan membeli hasil pegolahan SDA itu meskipun dengan harga mahal, karena SDA itu adalah kebutuhan mereka.  Sedangkan kalau SDA itu di kuasai oleh Negara/pemerintah, maka otomatis harga di pasaran pun akan melihat dari kondisi masyarakatnya yang masih miskin, sehingga tidak mungkin menjual kebutuhan masyarakat itu dengan harga yang mahal, bahkan mungkin rakyat bisa mendapatkan kebutuhan SDA itu dengan gratis. Kan sesuai dengan fungsi Negara untuk mensejahterakan masyarakatnya bukan..?? ^_^

Golongan kanan  adalah orang, kelompok orang yang lebih bersifat “ stay in here..” atau tetap pada suatu kondisi. Karena bagi mereka keadaan itu sudah tepat, tinggal pelaku di dalamnya membutuhkan waktu untuk beradaptasi terhadap kondisi tersebut. Makanya kenapa “ si kanan “ ini sering dianggap golongan konservatif. Mereka tetap kepada pendirian akan sebuah kondisi yang tidak perlu di ubah lagi. Seperti dalam kasus revolusi perancis, wakil yang duduk disebelah kanan adalah pendukung raja, sedangkan jika kita kaji lebih dalam lagi, sebab terjadinya revolusi perancis adalah rakyat perancis yang tidak mau lagi hidup dalam system kerajaan. Namun wakil sebelah kanan tersebut tetap menginginkan raja berkuasa kembali ( dengan begitu wakil pendukung raja itu bisa mendapat kekayaan dari keringat petani miskin). Kejadian yang bisa kita ambil di lapangan adalah, program pemerintah untuk memodernisasikan sebuah kota agar terlihat tidak ketinggalan jaman di mata dunia international. Maka pemerintah akan menggusur suatu kawasan yang dianggap ketinggalan jaman dan tidak mampu bersaing dengan modern-nya international.oke, kita ambil contoh penggusuran pasar traditional, jelas memang pasar traditional di Indonesia akan  membuat Indonesia dianggap sebagai Negara yang ketinggalan jaman dari segi perdagangan, karena dunia saat ini sudah mengenal pasar ( tempat bertemunya penjual dan pembeli ) dalam bentuk supermarket/ mall. Maka dibangunlah sebuah mall di tempat pasar traditional tergusur untuk menghilangkan image “kuno” di mata dunia. memang “ si kanan “ ini mempunyai daya khayal, keinginan serta pikiran di atas segalanya, namun mereka tidak melihat kondisi secara kritis dan dampaknya ke depan. Pertanyaannya apakah masyarakat di sekitar pasar traditional yang tergusur tadi sanggup belanja kebutuhan sehar-hari di mall yang sudah pasti harganya melambung jauh dari harga di pasar traditional yang memang terkenal ekonomisnya. Dan bagaimana nasib para penjual di pasar traditional yang telah tergusur tadi? Jika seandainya berdagang di pasar traditional adalah mata pencaharian satu-satunya bagi mereka? Nambah pengangguran gak? Kemungkinan angka kriminalitas naik ada gak? ^_^

Golongan tengah adalah yang tidak jelas keberpihakannya. Dibilang kiri, tapi dia kekanan-kananan, di bilang kanan namun ia sedikit radikal dalam suatu kondisi.
Contohnya adalah oposisi elit borjuis dalam suatu parlemen, ketika suatu keadaan membuatnya terancam, maka ia akan berontak melawannya, namun jika keadaan itu kedepannya menguntungkan buatnya, maka ia akan diam dan menunggu keuntungan tersebut dalam genggamannya.
Jadi golongan ini lebih bersifat opportunis, pragmatis.
  
III.   Skema golongan

1.      Golongan kiri         : kritis pemikirannya, keberpihakan terhadap kaum tertindas ( proletar, murba ), radikal, analistis, orang-orang matterialis ( melihat benda/kondisi lebih utama ), berpaham sosialis-komunis.
2.      Golongan kanan     : konservatif, keberpihakan kepada kaum penindas ( borjuis, feudal, kapitalis ), orang-orang idealis ( melihat pikiran atau ide yang utama ), bahkan menggunakan/menyalah pahamkan sebuah kepercayaan tertentu untuk kepentingan dan keuntungannya, melalui wahyu, berkah, rezeki dan sebagainya yang dalam pembedahannya tidak akan mampu di capai oleh otak manusia contohnya TUHAN-Dewa dan segala anugerahnya.
3.      Golongan tengah    : pragmatis, opportunis.

0 comments:

Post a Comment

what about U?

 

Left and Revolution © 2008. Design By: SkinCorner