Mukadimah….
Menyikapi sebuah permasalahan
yang berkutat kepada pemahaman yang salah dari generasi muda, penerus bangsa,
membuatku gusar akan arah gerak perjuangan kelompok masyarakat yang sadar akan
pentingnya sebuah perlawanan terhadap penindasan. Baik golongan student yang
berjuang-pemuda yang berjuang-bahkan kelas pekerja yang berjuang, haruslah
memahami suatu arti kata yang sebenarnya di Negara manapun tidak mempermasalahkan
kata ini-di Negara yang juga sama-sama berjuang melawan penindasan, ambilah
contoh Negara Venezuela melawan neo-Liberalisme yang hendak mencengkramnya,
atau Negara-negara yang mempunyai sumber daya alam yang berlimpah ruah, yang
saat ini sedang “digoda” kapitalisme internasional agar mampu berpasrah diri
dan dijamah serta di nikmati bahkan diperas kekayaan alamnya untuk kepentingan
kapitalisme international.
Kata yang menjadi masalah di
antara para pejuang lintas kelas di Indonesia adalah pemahaman yg salah
tentang pemaknaan golongan kanan dan kiri.
Berangkat dari kondisi yang
bermasalah ini, saya mencoba membongkar realitas yang sebenarnya, karena akan
sangat berbahaya kelak, jika sesama pejuang anti penindasan di Indonesia
mempermasalahkan dan memperdebatkan perbedaan kelompok pejuang kanan dan kiri
tersebut. Karena hakikatnya dalam berjuang melawan musuh yang sama di Negara
manapun tidak boleh memperkarakan tentang golongan kanan dan kiri.karena itu
seyogyanya adalah cara penindas mengadu domba para pejuang yang akan
membunuhnya, dan membuat para pejuang melupakan musuh nyata yang ada di
hadapannya adalah sang Tirani, bukan perbedaan antar kelompok tersebut.
Saya berharap penuh para pembaca
yang saya hargai karena waktunya dan ketersediaannya membaca ikhtisar saya ini
memahami betul apa yang hendak saya angkat dalam karya saya yang satu ini, dan
saya berharap pembaca sudi menyelesaikan membacanya hingga kalimat terakhir yang
saya tulis.
Karena ada satu sistematis
penulisan yang saya balik, yaitu penempatan pemahaman filsafat-pertarungan
abadi dua kubu filsafat-matterialisme dan idealisme, yang saya taruh di paling
akhir, karena saya mencoba menggunakan rumus pembahasan esensi di balik esensi,
tujuan di balik tujuan, maksud dibalik maksud, atau arti di balik arti. Sebuah
rumusan pembahasan yang saya perhitungkan sesuai dengan pola pikir masyarakat Indonesia
yang telah di putar balikkan oleh Rezim penindas, dari jamannya penjajah
Belanda hingga Orde Baru.
Sebelumnya mungkin saya ingin
meminta maaf bagi pembaca sekalian , dikarenakan data atau refferensi yang saya
cantumkan dalam buku ini masih sangat minim dan terbatas jumlahnya, hal itu
dikarenakan refferensi buku dan hasil diskusi dengan beberapa kawan berbagai
profesi( dari kuli bangunan, dinamika warkop hingga politikus) telah hilang
karena aktifitas hidup saya yang berkeliling ke segala tempat. Namun saya tetap
mencoba memberikan hasil karya pemikiran yang mengacu kepada orisinalitas
pemahaman saya dan saya tetap menjamin kemurnian esensi dari apa yang saya
tulis, dan mungkin pembaca sudi membuktikannya dengan refferensi yang bisa
pembaca dapatkan di manapun.
MONES
KIRI DAN PERLAWANAN
I
. Apa arti kiri dalam perlawanan?
Kiri adalah
bagian/ sebelah atau lawan dari kanan. Dalam BAB ini saya coba untuk membedah
arti kiri dalam hal perlawanan, yang biasa dipergunakan untuk menyebut “mereka
para revolusioner” yang menghendaki perubahan yang menurut “mereka” perlu
dilakukan demi perbaikan kondisi di masa yang akan datang. Namun sebelumnya
saya coba akan menceritakan kepada anda sedikit hal yang berhubungan dengan BAB
ini.
ARTI KIRI DALAM PERLAWANAN.
Kiri sering
dikaitkan dengan hal-hal yang buruk/tidak baik/ selalu dianggap lebih jelek
dibandingkan kanan. Memang secara fakta yang bisa kita sepakati bersama nanti,
kita akan melihat mengapa kiri bersimbolkan “lawan”.
Mungkin saya sedikit akan memberikan contoh-contoh yang sudah membudaya di
negeri kita tentang kiri.
a.
Perbandingan
otak kanan dan kiri, sering kita membaca artikel tentang perbedaan antara
otak kiri dan kanan, menurut ilmuwan orientasi otak kiri lebih kepada
formalitas aturan serta prosedur yang menjenuhkan, misal hitung-hitungan,
mengingat/hafalan, dan hal-hal yang realistis, sedangkan orientasi otak kanan,
lebih kepada hal yang sifatnya menyenangkan, kreatif, dan imajinatif, contohnya
para seniman yang bebas mengekspresikan karyanya, walaupun bentuknya tak
seperti sesungguhnya, namun tak pernah ada yang menyalahkan dia, karena sifat
dari otak kanan memang imajinatif. Beda dengan otak kiri yang harus sesuai
prosedur, dan realitas. contoh dalam
hitung-menghitung 1+1=2 bila hasilnya 3, maka itu akan disalahkan, karena
memang sifat dari otak kiri adalah realistis. Jadi mana yang anda pilih? Orang
dengan otak kirinya yang dominan atau otak kanan yang lebih dominan? Dengan
catatan jika dominan otak kirinya, berarti anda adalah orang yang selalu
mengikuti aturan ( pengikut/bawahan)
sedangkan bila dominan otak kanannya maka anda adalah orang yang menciptakan
aturan sendiri (pemimpin/atasan). Agitasi ini yang makin membuat orang membenci
sebelah kiri, karena memang otak kiri begitu adanya, menjenuhkan, beda dengan
otak kanan yang lebih menyenangkan dan bebas. Orang pasti akan lebih memilih
untuk dominan OTAK SEBELAH KANAN. Meskipun belum tentu dia lebih dominan otak
kanannya, namun secara pribadi keinginan tuk memilih otak kanan pasti ada.karena
sifat dari otak kanan yang begitu menyenangkan tersebut. Ya tho..??
b.
Dalam ajaran agama manapun kita diajarkan untuk
menggunakan yang kanan dalam melakukan tindakan apapun. Contoh : (1) ketika kita akan memberi sedekah
kepada pengemis, kita pasti akan memberikannya dengan tangan kanan, karena
kalau kita memberikan sesuatu dengan tangan kiri, itu dianggap tidak sopan dan
tidak menghargai orang lain. (2)
sama halnya ketika kita makan, pasti kita menggunakan tangan kanan, mungkin
karena kita merasa jijik jika menggunakan tangan kiri, tangan yang biasa kita
fungsikan ketika membersihkan (maaf) kotoran kita setelah buang air besar. (3) bahkan hal yang paling sederhana
yang biasa kita lakukan adalah, kita selalu mendahulukan kaki sebelah kanan
saat memakai sepatu/sandal, bahkan ketika kita melangkahpun langkah pertama
adalah kaki sebelah kanan.( ya tho..?)
c.
Berbagai hal buruk selalu jatuh kepada kiri. Contoh :
kita tahu di dunia ini ada golongan kecil manusia yang “kidal”. Mereka yang lebih dominan menggunakan kiri-nya. Berbeda
dengan kebanyakan orang yang lebih dominan kanan-nya. Golongan minoritas ini (kidal)
tak lepas dari subyektifitas buruk para ilmuan (yang seharusnya dikatakan
ilmuwan karena sudah terbukti
ke-ilmiahan otaknya). Menurut para ilmuwan orang yang kidal memiliki umur yang
lebih pendek dibandingkan dengan umur orang yang “normal” (tidak kidal). Dari
sini jelas bahwa orang kidal akan lebih cepat meninggalkan dunia ini
dibandingkan orang yang tidak kidal.
d.
Ketika kita
melewati jalan bebas hambatan atau jalan tol, kita sering melihat kalimat yang
bertuliskan “ jalur kanan untuk
mendahului” (ada kan ??)
itu artinya jika kita ingin mendahului kendaraan lain, maka kita harus berada
di jalur kanan. Bukan kiri, karena jika kita berada di jalur kiri maka kita
pasti akan tertinggal dari kendaraan lain dan secara otomatis kita akan lebih
lama sampai di tujuan ketimbang kendaraan yang berada di jalur kanan.(masuk
akal kan??). Berarti kiri itu tertinggal atau lebih lambat dibandingkan kanan.
Dari contoh-contoh diatas saya harap bisa membuka sedikit pikiran kita
untuk bersiap menerima kenyataan bahwa kiri akan melawan. Saya pribadi tidak
menyangkal contoh-contoh diatas. memang contoh di atas adalah sesuatu yang bisa
diuji kebenarannya. Namun bukan itu esensinya, di sini kita akan melihat segi
pembelaan dari kiri yang selalu dianggap lebih buruk dari kanan. Sebelumnya
Saya akan coba mengajak kawan-kawan
untuk berpikir sejenak,
-
apa yang anda lakukan ketika semua orang mengatakan
kalau anda pasti tidak bisa memanjat pohon mangga yang tinggi dan mengambil
buah mangga yang berada di pucuk pohon, padahal semalam baru saja anda mengambil dan memakan buah
mangga yang ada di pucuk pohon ?
a.
akan memanjat pohon mangga itu dan mengambil buahnya di
depan mata orang yang meremehkan anda
b.
sepakat dengan orang-orang yang meremehkan anda agar
tidak ketahuan kalau anda ternyata pencuri buah mangga
-
apakah anda sepakat dengan pernyataan bahwa naik mobil
akan lebih cepat sampai ditujuan dibandingkan naik motor, padahal anda tahu
bahwa lalu lintas ibukota selalu mempunyai volume kendaraan yang tinggi pada jam
aktif kerja?
a.
tidak
b.
ya
-
anda adalah seorang kurir pengantar rol film yang akan
diputar di bioskop 2 jam lagi dan berjarak 2 km. namun motor yang biasa anda
gunakan dicuri orang, dan keadaan lalu lintas saat itu macet total jadi naik
taxi pun mustahil bisa jalan cepat, hanya ada sepeda butut yang tersedia untuk
anda. Apa yang akan anda lakukan?
a.
tetap mengantarkannya dengan menggunakan sepeda butut,
karena yang anda pikirkan adalah saat jalanan macet total, anda punya waktu
untuk mengantarkan rol film mendahului para penonton film yang terjebak dalam
kemacetan
b.
tetap stay di tempat dan menelepon pihak bioskop dengan
mengatakan bahwa motor anda dicuri orang beserta rol film-nya yang berada
bersama dengan motor anda yang hilang
sesudah anda
mengisi pertanyaan-pertanyaan di atas, sekarang mari bersama-sama kita
meng-korelasikan dengan KIRI DALAM PERLAWANAN.
Jika semua
jawaban anda adalah “ a ” maka secara
alamiah anda adalah kiri. Kritisnya adalah : (1) ketika anda dianggap tidak bisa untuk memanjat pohon mangga dan
mengambil buahnya, padahal anda semalam baru saja memanjat dan memakan buah
mangga itu, maka anda terdorong untuk membuktikan kepada semua orang yang
meremehkan anda bahwa anda bisa memanjat pohon itu. Yang terpenting adalah
bukan tuduhan yang nantinya bermuara pada anda, bahwa anda adalah seorang
pencuri mangga, tapi yang terpenting adalah anda bisa membuktikan kepada semua
orang bahwa anda bisa. Sama halnya dengan otak kiri anda yang menjadi sumber
kejenuhan dibandingkan dengan otak kanan anda yang penuh dengan kesenangan dan
kebebasan. Yang terpenting bukanlah posisi otak kiri anda sebagai sumber
kejenuhan, tapi yang terpenting adalah anda akan sangat merasa senang atau
bebas (memfungsikan otak kanan) setelah anda merasa jenuh(memfungsikan otak
kiri) kita bisa lihat di sini ada sebuah hubungan yang saling membutuhkan atau
sinkronisasi yang nyata dari kiri dan kanan (keseimbangan).
(2) logikanya memang kecepatan mobil
melampaui batas kecepatan motor, tapi coba kita lihat keadaannya, lalu lintas
padat dengan kendaraan !! mustahil untuk memacu kecepatan laju mobil dan motor.
Tapi setidaknya motor memiliki kesempatan lebih besar untuk sampai ditujuan
karena motor bisa melenggang menyelip diantara kendaraan-kendaraan lain, bahkan
melaju melalui jalur pejalan kaki ( trotoar) yang tidak bisa dilalui oleh mobil
yang ukurannya lebih besar dibandingkan motor. Sama halnya dengan jalur kanan
dan kiri di jalan tol. Memang peraturannya adalah seperti itu. Tapi salah besar
jika mengatakan bahwa jalur kiri lebih lambat dari jalur kanan. Asalkan kita
yang berada di jalur kiri memacu kendaraan dengan maksimal, saya yakin anda tak
akan kalah dengan kendaraan yang berada di jalur kanan. Namun jika anda
mematuhi aturan itu, maka wajar jika anda di jalur kiri selalu di dahului oleh
jalur kanan , makanya kenapa kiri itu melawan kanan dengan tidak menggunakan
aturan-aturan yang berlaku dan di buat oleh golongan tertentu, dalam hal ini
kita sebut REZIM penguasa atau kelompok kanan..
(3) ini adalah penjelasan yang paling
saya sukai. Ketika anda terhambat oleh keadaan, namun anda masih mempunyai
semangat untuk berusaha dengan perhitungan yang matang. Meskipun motor yang
biasa menemani anda mengantar rol film dicuri orang dan dengan keadaan jalan
yang macet total sehingga mustahil untuk mengantar film menggunakan angkutan
cepat sampai (taxi) tidak membuat anda patah semangat dan tidak menyerah kepada
keadaan, namun lebih berusaha untuk merubahnya dengan kesempatan bisa sampai di
bioskop sebelum para calon penonton film itu sampai di bioskop. Maka jelaslah
sudah anda seorang REVOLUSIONER…yang mempunyai semangat terus menerus untuk
melaksanakan tugas dan melawan kondisi yang ada dan bahkan merubah kondisi yang
tidak berpihak kepadanya,dengan melalui perhitungan-perhitungan.
jadi point yang
bisa kita ambil adalah kiri selalu berusaha untuk merubah keadaan yang
dipersembahkan kepadanya (hal-hal negative yang tercantum dalam contoh) dan
selalu melawan subyektif yang mengarah kepadanya. Kiri tidak seburuk
kelihatannya, kita bisa berjalan seimbangpun karena ada kaki kiri yang
menyambut langkah kaki kanan. Kita bisa mengangkat barang beratpun karena
adanya tangan kiri yang membantu meringankan beban tangan kanan. Dan kita bisa
turun dari bus kota dengan aman pun karena ada
kaki kiri yang menahan berat tubuh kita.
jadi yang
terpenting adalah kiri berperan sebagai penyeimbang. Dan itu adalah tugas yang
sangat berat . perihal keburukan kiri yang sudah terkenal itu semata-mata
disebabkan oleh kondisi dan sudah turun temurun sejak jaman dahulu. Coba saja
jika dari jaman dulu orang makan dengan tangan kiri, dan membersihkan kotoran
dengan tangan kanan, maka sampai sekarang saya yakin kita akan tetap
melakukannya. Namun disitulah letak simbolis mengapa kiri dianggap sebagai
lambang perlawanan. Ketika kiri yang seharusnya sangat bermanfaat sebagai
penyeimbang, tapi di “black propaganda-kan” sehingga timbul
rasa perlawanan untuk membantah pandangan yang buruk itu.
II. Golongan
kiri dan golongan kanan.
Setelah kawan-kawan mengetahui
tentang arti kiri dalam perlawanan ( kiri sebagai lambang perlawanan), maka
saya rasa kawan-kawan perlu mengetahui juga aplikasi simbolisasi kiri kepada
orang per orang atau kelompok, komunitas, bahkan kaum. Biasanya orang menyebut
mereka orang-orang golongan kiri, golongan kanan, bahkan orang-orang golongan
tengah. Nah pertanyaannya adalah seperti apakah orang/kelompok/kaum yang
termasuk golongan kiri? Begitupun dengan golongan kanan dan tengah?
Sebutan Kanan dan Kiri adalah warisan dari
tradisi Perancis, setelah pecahnya Revolusi Perancis tahun 1789 dan adanya
perebutan supremasi antara raja dan parlemen, wakil yang duduk di Dewan
Nasional membagi diri menurut ekstremitas pandangan mereka. Wakil yang anti
raja duduk di sebelah Kiri, dan pendukung raja duduk di sebelah kanan. Dan
kelompok moderat duduk di tengah.
Kiri
merujuk kepada kepercayaan terhadap isme
berupa paham soialis-komunis, yang jika kita ambil dari sejarah revolusi
perancis, maka wakil yang duduk disebelah kiri adalah wakil yang menentang atau
berlawanan dengan raja ( kerajaan ) dan
ingin menciptakan perancis yang tidak monarchy absolute ( kaji ulang sebab
pecahnya revolusi perancis ) tapi ingin merubah pemerintahan menjadi republic
yang berdemokrasi di tangan rakyat.
Baiklah, kita bahas satu per satu
dari pengertian masing-masing golongan.
Golongan kiri adalah orang, kelompok
orang yang selalu melawan terhadap keadaan yang ada. Sama halnya dengan kiri
yang selalu melawan terhadap pandangan umum terhadapnya ( kondisi ). Seperti
itulah aplikasi golongan kiri yang selalu bertindak berdasarkan perlawanannya
terhadap keadaan yang ada. Keadaan yang dianggapnya tidak benar/salah. Sehingga
orang-orang golongan kiri cenderung berpikir lebih kritis terhadap suatu
kondisi. Bahkan analisa-analisanya selalu mengarah kepada hal-hal ( kondisi )
yang mungkin bagi sebagian orang itu biasa-biasa saja. Namun di mata “ si kiri “ itu adalah hal yang sangat
serius untuk dilawan dan dirubah. Contoh yang bisa kita ambil adalah demonstran
yang selalu mengkritisi tiap langkah dari sebuah pemerintahan. Bila pada
kenyataannya itu bertolak belakang dengan yang seharusnya, maka “ si kiri “ ini akan turun ke jalan
untuk berdemonstrasi menuntut sebuah perubahan yang lebih baik/ yang
seharusnya. Kira-kira begini kalau kita
ambil contoh di Negara kita. Sebuah kasus tentang penanaman modal asing dan
privatisasi SDA ( sumber daya alam ) Indonesia . ketika SDA
Indonesia sudah dikuasai pihak asing,
maka akan terjadi eksploitasi dari SDA tersebut dan pihak asing itu hanya akan memikirkan keuntungan pasar yang ia peroleh
dari hasil pengolahan SDA Indonesia tersebut. Dan pada kasus itu “ si kiri “
akan mengkritisi dari UUD 1945 yang tercantum dalam pasal 33 ayat 1 yang
berbunyi “ SDA dan kekayaan lainnya yang
menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara dan dipergunakan
sebesar-besarnya untuk kepentingan hajat hidup orang banyak “, maka atas
dasar itu “ si kiri “ akan memprotes
sebuah keadaan yang ada, keadaan dimana pihak asing sudah menguasai SDA yang
menjadi kebutuhan hidup orang banyak (masyarakat Indonesia pada khususnya ) dan
dari situ jelas adanya penyelewengan dari pemerintah dalam hal penguasaan SDA
untuk kesejahteraan rakyatnya. Berarti pemerintah tidak bertanggung jawab
terhadap rakyatnya, dan pemerintah tidak mematuhi UUD 1945. dan analisa “ si kiri “ kurang lebih akan melihat
kesengsaraan rakyat, karena jika SDA dikuasai oleh pihak asing, maka untuk
hasil dari pengolahan SDA itu yang di jual di pasaran harganya akan menjadi hak
si penguasa SDA tersebut ( pihak asing ), rakyat mau tidak mau akan membeli
hasil pegolahan SDA itu meskipun dengan harga mahal, karena SDA itu adalah
kebutuhan mereka. Sedangkan kalau SDA
itu di kuasai oleh Negara/pemerintah, maka otomatis harga di pasaran pun akan
melihat dari kondisi masyarakatnya yang masih miskin, sehingga tidak mungkin
menjual kebutuhan masyarakat itu dengan harga yang mahal, bahkan mungkin rakyat
bisa mendapatkan kebutuhan SDA itu dengan gratis. Kan sesuai dengan fungsi Negara untuk
mensejahterakan masyarakatnya bukan..?? ^_^
Golongan kanan adalah orang, kelompok orang yang lebih
bersifat “ stay in here..” atau tetap
pada suatu kondisi. Karena bagi mereka keadaan itu sudah tepat, tinggal pelaku
di dalamnya membutuhkan waktu untuk beradaptasi terhadap kondisi tersebut.
Makanya kenapa “ si kanan “ ini
sering dianggap golongan konservatif. Mereka tetap kepada pendirian akan sebuah
kondisi yang tidak perlu di ubah lagi. Seperti dalam kasus revolusi perancis,
wakil yang duduk disebelah kanan adalah pendukung raja, sedangkan jika kita
kaji lebih dalam lagi, sebab terjadinya revolusi perancis adalah rakyat
perancis yang tidak mau lagi hidup dalam system kerajaan. Namun wakil sebelah
kanan tersebut tetap menginginkan raja berkuasa kembali ( dengan begitu wakil
pendukung raja itu bisa mendapat kekayaan dari keringat petani miskin). Kejadian
yang bisa kita ambil di lapangan adalah, program pemerintah untuk
memodernisasikan sebuah kota agar terlihat tidak ketinggalan jaman di mata
dunia international. Maka pemerintah akan menggusur suatu kawasan yang dianggap
ketinggalan jaman dan tidak mampu bersaing dengan modern-nya international.oke,
kita ambil contoh penggusuran pasar traditional, jelas memang pasar traditional
di Indonesia akan membuat Indonesia
dianggap sebagai Negara yang ketinggalan jaman dari segi perdagangan, karena
dunia saat ini sudah mengenal pasar ( tempat bertemunya penjual dan pembeli )
dalam bentuk supermarket/ mall. Maka dibangunlah sebuah mall di tempat pasar
traditional tergusur untuk menghilangkan image “kuno” di mata dunia. memang “
si kanan “ ini mempunyai daya khayal, keinginan serta pikiran di atas
segalanya, namun mereka tidak melihat kondisi secara kritis dan dampaknya ke
depan. Pertanyaannya apakah masyarakat di sekitar pasar traditional yang
tergusur tadi sanggup belanja kebutuhan sehar-hari di mall yang sudah pasti
harganya melambung jauh dari harga di pasar traditional yang memang terkenal
ekonomisnya. Dan bagaimana nasib para penjual di pasar traditional yang telah
tergusur tadi? Jika seandainya berdagang di pasar traditional adalah mata
pencaharian satu-satunya bagi mereka? Nambah pengangguran gak? Kemungkinan
angka kriminalitas naik ada gak? ^_^
Golongan tengah adalah yang tidak jelas
keberpihakannya. Dibilang kiri, tapi dia kekanan-kananan, di bilang kanan namun
ia sedikit radikal dalam suatu kondisi.
Contohnya adalah
oposisi elit borjuis dalam suatu parlemen, ketika suatu keadaan membuatnya
terancam, maka ia akan berontak melawannya, namun jika keadaan itu kedepannya
menguntungkan buatnya, maka ia akan diam dan menunggu keuntungan tersebut dalam
genggamannya.
Jadi golongan
ini lebih bersifat opportunis, pragmatis.
III. Skema
golongan
1.
Golongan kiri : kritis pemikirannya, keberpihakan
terhadap kaum tertindas ( proletar, murba ), radikal, analistis, orang-orang
matterialis ( melihat benda/kondisi lebih utama ), berpaham sosialis-komunis.
2.
Golongan kanan : konservatif, keberpihakan kepada kaum
penindas ( borjuis, feudal, kapitalis ), orang-orang idealis ( melihat pikiran
atau ide yang utama ), bahkan menggunakan/menyalah pahamkan sebuah kepercayaan
tertentu untuk kepentingan dan keuntungannya, melalui wahyu, berkah, rezeki dan
sebagainya yang dalam pembedahannya tidak akan mampu di capai oleh otak manusia
contohnya TUHAN-Dewa dan segala anugerahnya.
3.
Golongan tengah : pragmatis, opportunis.

0 comments:
Post a Comment
what about U?